Evaluasi Kinerja 2025, Menteri Imipas Soroti Kuota Layanan Paspor
Jakarta — Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI, Agus Andrianto, menggelar rapat koordinasi evaluasi kinerja tahun 2025. Agus menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa catatan penting yang perlu diperbaiki dalam pelayanan keimigrasian dan pemasyarakatan.
Catatan Penting Layanan Paspor
Agus menyoroti masalah keterbatasan kuota layanan paspor. Tingginya permintaan masyarakat membuat proses pelayanan menjadi lambat. Ia menyebut bahwa permintaan layanan paspor kini lebih beragam, tidak hanya untuk perjalanan ke tanah suci, tetapi juga untuk liburan ke luar negeri dan pekerja migran.
Fenomena Tingginya Permintaan Paspor
- Peningkatan kebutuhan pekerja migran di luar negeri
- Kebijakan pariwisata negara lain yang mempermudah wisatawan Indonesia
- Permintaan paspor untuk liburan dan bisnis semakin meningkat
Upaya Peningkatan Profesionalisme Petugas
Selain layanan paspor, catatan lainnya terkait praktik pungli. Agus menekankan pentingnya pengawasan melekat oleh pimpinan di tiap unit kerja, termasuk rotasi petugas terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan).
Poin Penting Penyegaran Petugas
- Rotasi petugas lama dan baru untuk bertukar pengalaman
- Peningkatan pengawasan melekat untuk mencegah pungli
- Penegakan disiplin bagi petugas yang melanggar etika
15 Program Aksi Kemenimipas 2026
Hasil evaluasi 2025 juga memunculkan 15 program aksi untuk 2026 yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto:
- Penguatan layanan keimigrasian berbasis digital.
- Penguatan pemeriksaan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).
- Penyederhanaan regulasi visa bisnis, Golden Visa, izin tinggal investor.
- Penyuluhan hukum keimigrasian untuk mencegah TPPO dan TPPM.
- Pemenuhan sarana/prasarana pos lintas batas dan penambahan autogate.
- Memberantas peredaran narkoba dan penipuan di Lapas/Rutan.
- Solusi komprehensif atas overcapacity dan overcrowded.
- Kemandirian pangan di Lapas/Rutan melalui pertanian, perikanan, peternakan.
- Pembangunan Dapur Sehat di Lapas/Rutan.
- Pemasaran produk WBP melalui koperasi dan UMKM.
- Pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan.
- Efisiensi energi melalui solar cell dan biogas di daerah 3T.
- Layanan kesehatan gratis dan bakti sosial masyarakat sekitar unit Imigrasi.
- Fasilitas Rumah ASN Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
- Peningkatan kompetensi SDM melalui MOOCs dan pendidikan vokasi Politeknik Imigrasi.

Deskripsi gambar: Foto Menteri Imigrasi Agus Andrianto saat memberikan sambutan dalam rapat koordinasi evaluasi kinerja 2025 di Jakarta.